
Mungkin
saat ini bisa dibilang aku butuh pertolongan.
Ada kalanya saat aku butuh sandaran untuk menghadapi suatu keadaan
tertentu. Ada kalanya dimana aku butuh pegangan untuk meneruskan langkahku.
Saat aku merasa kesepian di saat ada banyak orang di sekitarku, saat itu aku
sadar aku tak berdaya, lagi. Kenapa ? Mungkin karena aku lelah untuk menjadi
“yang lalu”. Seikit lebih lama aku hanya ingin seperti ini. Jujur apa adanya
tanpa perlu memakai topeng untuk menutupi lemahnya aku sesungguhnya.
Salah satu ketakutan terbesarku adalah merasa takut seperti ini. Tapi lihat ini
menjadi nyata. Aku hanya lelah, sungguh hanya lelah. Sementara keceriaan yang
biasanya aku gunakan kini aku biarkan pergi. Apakah aku salah ? Aku hanya tak
ingin menipu diriku. Saat “dingin” itu mengulurkan tangannya sedangkan tak ada
seorangpun yang menahanku untuk pergi, dan akhirnya aku menggapai tangan dingin
itu. Aku masuk kedunianya. Indah dalam bentuk yang lain. Itu menurutku. Dingin
yang membuat aku terperangkap nyaman dalam hati yang dingin juga.
Entahlah, dalam memberi saran, dalam
menyelematkan orang lain aku cukup bisa tuk menggapi hati mereka, ada untuk
mereka, dan senantia melakukan yang terbaik untuk mereka. Tapi untuk saat ini,
untuk hatiku sendiri, aku bukan apa-apa bahkan tak berguna.
Aku sadar, aku selalu berusaha senang karena aku memiliki banyak harapan, aku
memiliki banyak mimpi yang menyangga hidupku. Aku punya tujuan kemana aku
melangkah, untuk siapa aku berdiri, Aku punya alas an kenapa aku berusaha
keras. Lalu semakin hari kecewa itu semakin jelas terlihat. Seberapa keras pun
aku berusaha aku tidak bisa mewujudkan apa mimpi ku, jangankan berusaha hanya
jalan untuk kesana saja aku tak punya. Aku berbeda, mimpi yang aku punya tidak
seharusnya menjdi mimpiku. Okay aku turuti demi untuk siapa aku berdiri. Aku
masih bisa bertahan. Kemudian hal yang lain terjadi. Saat-saat seperti itu
semua menjadi jelas. Apa yang aku lakukan tidak berarti apa. Tidak satupun dari
mereka yang bisa melihat kedalam diriku. Percuma bukan ? Sesungguhnya aku tidak takut bila sendiri,
tapi yang aku takutkan hanya satu. Perasaan kesepian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar