Laman

Mohon di like ya ^.^

Sabtu, 17 September 2011

Pentingnya Interaksi Sosial Untuk Belajar Bersosialisasi di Tengah Merajanya Internet di Kalangan Remaja

Di jaman globalisasi seperti sekarang ini, hampir semua orang pernah mendengar kata internet, apalagi bagi kalangan remaja tentunya. Hal yang lumrah apabila mereka berkomentar, “Gak pernah ngenet? Ihh…jadul banget deh”. Remaja saat ini menjadi semakin pintar dan kreatif seiring berkembangnya teknologi dan informasi. Kenyataan kini, bahwa hampir 30 orang di Indonesia yang menggunakan internet adalah remaja dan rata-rata dari kalangan yang berumur 15 sampai 24 tahun. Berbagai layanan tersedia untuk bisa menjamah dunia internet ini. Mulai dari warnet, wifi gratisan, operator internet murah, pasang speedy di rumah, kartu dengan modem 3G, akses GPRS mobile, dan yang lainnya. Internet merupakan dunia maya dimana orang-orang bebas untuk mengeluarkan aspirasi dan pemikirannya dalam berbagai macam situs-situs internet seperti web, blog, ataupun dalam bentuk komentar. Kehadiran Internet juga akan sangat membantu para remaja dalam menunjang aktivitas belajarnya, karena bisa mendownload materi – materi pelajaran dari internet, situs – situs yang menyediakan hal tersebut sudah ada, seperti www.sekolah2000.com, www.sekolahonline. www.sekolah online.com dan lain sebagainya. Disitus tersebut orang akan mendapatkan beberapa tips dan tulisan yang bisa mendorong semangat untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Para remaja juga bisa memanfaatkan Internet untuk berdiskusi dengan teman – teman seprofesinya sebagai pelajar dengan sekolah lain melalui milis atau group diskusi di dunia maya, sehingga mereka bisa bertukar fikiran dan tukar informasi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Inilah sebetulnya fungsi kehadiran Internet, dimana kehadiran Internet bisa membantu para remaja dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.Bahkan internet bisa menjadi perpustakaan bebas dan internasional yang mampu memberi kemudahan bagi kita untuk mencari berbagai informasi dan ilmu pengetahuan. Internet juga dapat berubah menjadi ladang bekerja bagi sebagian besar para Profesional. Tidak salah jika internet menjadi salah satu kegemaran hidup masyarakat Indonesia khususnya kaum pelajar remaja.
Namun, seringkali kebanyakan remaja yang mengunakan internet hanya untuk hiburan seperti online, main game online, chating, membuka situs yang salah, dan lainnya. Maka dari itu bagi para remaja sebaiknya tidak terlalu mendewakan internet, karena tidak dipungkiri lagi bahwa remaja yang menghabiskan waktunya untuk online, chating dan bermain game online hampir bisa dipastikan akan lebih cepat terpengaruh dampak buruk dari kecanggihan dari dunia maya ini. Dampak buruk inilah terus berkembaang secara bertahap dan tentu akan mempengaruhi psikologis remaja. Dimana, secara bertahap dan tidak sadar remaja ini akan semakin tidak menghargai waktu di dunia nyata, dan semakin jauh dari hubungan sosial dengan sesama di sekitar lingkungannya, ia juga akan semakin merasa bahwa dunia maya tersebut terlihat nyata, dan tanpa disengaja juga ia akan semakin menyendiri dan memperbanyak melamun bahkan terkadang tertawa sendiri di tengah kesibukannya online. Otomatis interaksi sosial tidak akan berjalan semasih para remaja hanya menyibukkan diri dengan bermain internet. Interaksi sosial disini merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok yang sifatnya dinamis. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan berlangsungnya komunikasi.antara dua orang atau lebih. Memang di dunia internet para remaja bisa dimanjakan dengan situs-situs tertentu yang ada seperti untuk bisa menambah teman misalnya memalui situs yang ngetren saat ini yaitu facebook. Di situs ini, kita bisa mencari dan menemukan banyak orang yang bisa di jadikan teman. Selain itu, di situs ini pula kita bisa mengupdate status bagaimana perasaan kita saat itu pula dan bisa diketahui oleh banyak orang. Namun, hal ini hanya memenuhi persyaratan interaksi sosial yang pertama yaitu terjadi kontak sosial meskipun hanya kontak sosial yang sifatnya sekunder dan terjadi memalui perantara.
Interaksi sosial sangat diperlukan dalam pergaulan sehari-hari khususnya untuk para remaja. Karena remaja umumnya berjiwa yang masih labil, selalu ingin tahu terhadap hal-hal baru yang ditemuinya, dan di usia ini para remaja berproses untuk menemukan jati diri. Kondisi ini sangat membutuhkan perhatian dari orang tua, atau keluarga disekitarnya. Bila orang tua membiarkan anaknya kecanduan online, itu artinya anak akan kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman sepermainan di lingkungannya meskipun anak ini tidak menyadari konsekuensi yang diterimanya akibat terlalu sering bergaul dengan dunia maya. Interaksi sosial mempunyai fungsi tersirat sebagai guru kehidupan yang mengajarkan manusia untuk saling memahami pribadi orang –orang di sekitar lingkungan. Dengan adanya interaksi sosial maka secara berproses pemikiran kita akan berkembang sesuai usia dengan lebih baik. Secara kodrati, manusia adalah mahluk monodualis yaitu selain manusia sebagai mahluk individu (pribadi) juga sekaligus sebagai mahluk sosial. Manusia sebagai individu sudah memiliki hasrat atau bakat atau naluri untuk hidup bersama dengan manusia lainnya. Di dunia ini tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri dan terpisah dari kelompok manusia lain. Oleh karena itu, adanya hasrat atau naluri manusia untuk hidup bersama dengan manusia lainnya itulah sehingga manusia disebut sebagai mahluk sosial.
Jika para remaja dibiarkan terjerumus di dunia internet ini maka kesempatan untuk bersosialisasi dan bergaul dengan kehidupan nyata akan berkurang. Hal ini mengakibatkan kesempatan belajar untuk memahami kehidupan kesehariannya dengan orang-orang di sekitarnya menjadi hilang dan terbuang sia-sia. Ia akan merasa terasing dengan dunia nyatanya sendiri ketika ia mencoba membuka pintu untuk dunia nyata. Padahal di usia remaja merupakan usia yang paling menentukan pribadinya untuk masa depan. Bila diteruskan, remaja ini akan menjalani masa remajanya yang nyata seperti tak lebih hanya individu yang hidup sendiri meskipun ia merasa “ramai” dengan dunia mayanya itu.
Namun, kehadiran internet di tengah-tengah masyarakat hendaknya jangan hanya disekat dengan persepsi yang negtatif. Kita ketahui bahwa tidak ada alat di dunia ini yang berbahaya manakala alat tersebut digunakan sebagaimana mestinya. Internet merupakan hasil temuan para pakar teknologi yang dimaksudkan agar segala aktivitas positif bisa digunakan dengan efisien dan efektif. Namun, beberapa kalangan yang menyalahgunakan fuungsi internet tersebut membuat sebagian orang tertutup akan kehadiran internet. Disinilah peran seluruh elemen, baik itu sekolah maupun para orang tua serta masyarakat secara keseluruhan. Dimana kesuksesan pendidikan seorang remaja bukan tertumpu atau menjadi tanggung jawab sekolah semata atau sebaliknya hanya menjadi tanggung jawab orang tua, akan tetapi menjadi tanggung jawab semua irisan yang bersinggungan, sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
Intinya, kita harus memberikan pemahaman secaran integral terhadap kehadiran internet atau lebih dari itu, remaja hendaknya diberikan pengawasan dengan flesibel dan sesuai dengan psikologi remaja. Remaja bisa memanfaatkan internet untuk mengumpulkan tulisan-tulisan, sehingga tulisan tersebut bisa diakses di seluruh dunia. Meskipun begitu, remaja hendaknya tetap dievaluasi dan dikontrol. Agar tetap melakukan aktivitas di internet sesuai dengan kebutuhannya. Sebab sering terjadi akibat tidak terkontrolnya para remaja dalam bermain internet mereka lupa dengan belajarnya dan berdasarkan hasil penelitian sebuah lembaga riset, bahwa hamper 90% pengguna internet tidak tahan dengan keisengannga membuka situs tidak benar. Disinilah peran masyarakat sangat dibutuhkan. Kerjasama harus senantiasa dilakukan sehingga para remaja akan selalu terjaga dari virus internet yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar