Tak aku sangka aku bertemu dengannya lagi, di tempat ini.
Taman anggrek di pinggir jalan tempat
biasa kita bermain gitar. Tapi sayang, warna-warni bunga anggrek tak mampu menjawab darimana datangnya
resah ini. Dari matanya hanya terukir rasa sakit yang ditahan. Saat dia
berbicara, dia hanya menampakkan wajah tenang yang begitu dipaksa. Senyumnya
terlihat begitu lelah. Tidak, ini bukan dia yang aku kenal. Ada apa?
Seperti biasa dia selalu tersenyum
padaku. Dia adalah salah satu teman yang aku kenal dari kecil. Sekarang kami
berada di SMA yang sama, dan memilih klub yang sama, yaitu pecinta alam. Dia sangat menyukai alam, music, begitu pula dengan es krim. Dia
tak bisa walaupun sehari tanpa es krim, ia mengatakan bahwa es krim
bisa membuatnya lebih senang. Itulah dia, penuh tanda tanya. Dia selalu berusaha
yang terbaik atas apa yang dikerjakannya karena itu bisa membanggakan orang tua
dan keluarganya. Dia memang seseorang yang selalu mementingkan orang lain,
setidaknya satu hal itu aku mengerti.
Suatu hari saat kami mengikuti
acara “pengenalan alam” yang didakan oleh klub kami , aku tertegun melihat
senyumnya, senyum yang begitu lepas dan bahagia mengiringi alunan angin yang
menerpa hijau rerumputan di sepanjang jalan itu. Saat malam menjelang, saat
kami memulai acara api unggun dia mulai bermain gitar dan bernyanyi. Aku mulai
mengingat, dulu saat masih SMP, dia sering diam-diam ke rumahku untuk belajar
main gitar tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ya,malam itu suasana begitu tenang dan menyenangkan. Lalu
tiba-tiba dia berbisik padaku. “Ini duniaku”
Singkat cerita, setelah
kelulusan, kami sangat jarang bertemu. Terakhir bertemu hanya di taman anggrek
itu, dan saat itupun tak ada satu katapun terucap karena tiba-tiba
ia harus
pergi., Lalu aku mendengar ia memilih kuliah di kedokteran. Aku sedikit heran,
kenapa dokter ? karena yang aku tahu dia sangat menyukai music dan kebebasan.
Sedangkan sekarang dia sangat sibuk. Apakah ini yang dia inginkan ? Apakah dia
baik-baik saja? Aku penasaran.
Suatu hari saat kami mengikuti acara “pengenalan alam” yang didakan oleh klub kami , aku tertegun melihat senyumnya, senyum yang begitu lepas dan bahagia mengiringi alunan angin yang menerpa hijau rerumputan di sepanjang jalan itu. Saat malam menjelang, saat kami memulai acara api unggun dia mulai bermain gitar dan bernyanyi. Aku mulai mengingat, dulu saat masih SMP, dia sering diam-diam ke rumahku untuk belajar main gitar tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ya,malam itu suasana begitu tenang dan menyenangkan. Lalu tiba-tiba dia berbisik padaku. “Ini duniaku”
Singkat cerita, setelah kelulusan, kami sangat jarang bertemu. Terakhir bertemu hanya di taman anggrek itu, dan saat itupun tak ada satu katapun terucap karena tiba-tiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar