Apa kabarmu teman ?
ah, teman...
tertawa dengan sebutan itu
aku hanya sampah untukmu
Selalu saja kau katakan
Tak butuh aku, cukup hanya kamu
ya kamu bulan
kini cahayamu mendekati matahari itu
mataharimu yang kau kejar
sadarkanlah dirimu,
tujuanmu hanyalah pisau tajam yang siap menusukmu
tapi lihat, matahari itu sesungguhnya menyayangimu
sinarnya semakin terang bersamamu
tapi dengan itu, kau pun sesungguhnya mati
dengan keagunganmu kau melangkah sendiri
panas
lalu siapa yang akan berani menemanimu ?
Hi bulan, bisakah kau berbalik ?
aku ingin rasakan hangatmu lagi, bukan bukan panas
aku menenggelamkan diri
hingga suatu saat kau mengerti
aku merindukanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar