Perlahan mataku berkedip silau
Saat ku terbangun dari mimpi fana ku
Tak hanya mentari yang nampak ceria itu temaniku pagi ini
Namun juga seuntai senyum yang iklas nan suci
Aku tak bisa menahan tetes air mata terjatuh
Saat sakit itu kendalikan diriku rapuh
Seketika tubuh itu memelukku erat
Seakan selalu ingin menjagaku ketat
Semakin deras kuteteskan air mata di pipi
Ketika rasa takut mulai selimuti tubuhku yang dingin
Aku takut mengecewakanmu
Karena aku bukanlah sinar terang yang pantas kau harapkan
Namun sinar matamu tak pernah berkata seperti itu
Dirimu selalu bisa membuatku bangkit dan tersenyum lagi
Kaulah ibuku...
Kini hanya goresan syukur yang bisa kuucapkan karena memilikimu ..
Ibu ...
EVA :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar