Saat kau menghampiriku dengan matamu yang kelabu
Kau menangis tertahan dalam rangkulan wajahmu
Bibirmu tak berucap
Namun hatimu berteriak kesakitan
Kau berpangku pada hati kecilku
Kau katakan aku kekuatanmu
Katamu aku belahan jiwamu
Senantiasa menolong dan sembuhkan lukamu
Ketika buatmu tersenyum dan matamu berubah berbinar
Hatiku tertusuk namun sakitnya menyenangkan
Aku takut ini cinta
Semakin aku menampik tapi inilah cinta...
Disaat kau tak berdaya mencintai dia
Disini aku melemah karena mencintaimu
Aku ingin menyerah namun cintaku tetap disisimu
Dan takdir tak biarkan kita bersatu
Aku yang dulu pahlawanmu tak bisa berucap keinginan
Aku tahu ku tak bisa memaksamu ikuti aku...
Dan kuberikan nafas terakhirku untukmu
Tuk buatmu mengerti betapa berartinya dirimu
Kau kuat...
Tinggallah disini bersama nafasku...
Jumat, 29 Juli 2011
Resensi Novel
Guru di Sekolah Adalah Guru Kehidupan
Judul : Gara-gara Guru-guru
Penulis : Cepi Komara
Penerbit : Gradien Mediatama
Tabal : 128 hal; 11,5 x 19 cm
Cepi Komara yang sering dipanggil Ceko adalah penulis merangkap pengamen yang suka main band dan menjadi karyawan di sebuah perusaah swasta. Novel yang ditulis Ceko ini menrupakan “penggalan” cerita Ceko semasa bersekolah yang ditulis dengan alur yang runtut dan mudah dipahami karena sebagian besar dilami oleh sebagian besar dari kita.Ceko menyadari ia tak akan menjadi seperti ini tanpa bantuan, bimbingan, dan didikan dari guru-guru dari semasa SD, SMP, sampai SMA. Tapi Ceko tak pernah merasakan dibimbing oleh dosen karena ia tak pernah berkuliah. Adapun beberapa guru tervaforit Ceko yang pernah mengajarkan Ceko dan berpengaruh besar terhadap kepribadian dan karier Ceko di masa kini.
Sewaktu SD, Ceko paling suka dengan guru kelas satu yang cantik jelita bernama Bu Irin. Beliaulah yang pertama kali mengajarkan Ceko dasar-dasar baca tulis. Kalau lagi marah biasanya Bu Irin suka mencubit anak yang nakal. Namun Bu Irin mencubitnya dengan kasih sayang. Ceko sangat senang dicubit oleh Bu Irin dan karena ingin lebih sering dicubit, Ceko menjadi nakal sejak dini. Bu Irin mengajarkan Ceko tentang bagaimana rasa kangen itu muncul dari kasih sayang yang diberikan orang lain padanya.
Bu Lilis, guru kelas 6 Ceko menyadarkannya akan bakat yang dimiliki Ceko yaitu sebagai penulis. Kemudian Pak Hendra guru SMP sekaligus wali kelas Ceko semakin menyadarkan Ceko akan bakatnya tersebut. Sedangkan Ceko, singkatan dari Cepi Komara ia dapatkan dari Pak Dindin, guru Bahasa Daerah di SMP-nya yang suka menyingkat nama siswa.
Begitu beranjak SMA, Ceko megenal Pak Tamania. Pak Tasmania adalah satu-satu guru yang memberi nilai berdasarkan wajah dan fisik murid-muridnya. Kemudian Bu Sendang, guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas Ceko sudah kewalahan mendidik Ceko yang setiap kali tertidur saat pelajaran berlangsung. Alhasil sekarang Ceko tidak lancar berbahasa Inggris. Bu Sendang mengajarkan Ceko bahwa penyesalan selalu datang terlambat dan waktu berlalu tidak dapat ditarik kembali.
Di SMA juga ada guru Kimia, seorang pria, susah berumur, dan berdarah batak dengan marga Manurung. Pak Manurung ini adalah guru yang cuek, santai, akrab dengan anak-anak, baik hati, dan tidak galak. Suatu hari Pak Manurung malas mengajar. Beliau mempersilahkan siapa saja untuk mengajar, lebih tepatnya bertukar posisi dari guru menjadi siswa dan siswa menjadi guru.Tanpa berpikir panjang Ceko mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan maju ke depan. Pak Manurung menyarankan agar Ceko tidak mengajar Kimia karena Ceko adalah murid yang paling tidak paham. Ceko sadar lalu mulai menjelaskan tentang sebuah pelajaran sekolah yang ia kolerasikan dengan pelajaran kehidupan yaitu pelajaran Matemacinta. Matemacinta adalah pelajaran tentang persoalan cinta yang mungkin bisa diselesaikan dengan rumus matematika.Ceko mempunyai cita-cita untuk membuat buku tentang topik ini dan membuat rumus matematika untuk menyelesaikan masalah cinta yang ada di kehidupan manusia. Meskipun rumus-rumus matematika yang Ceko korelasikan seperti rumus Cintagoras untuk menyelesaikan soal cinta segita terkesan memaksa dan ngelantur tetap saja Ceko mendapat tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya. Pak Manurung juga salut dengan Ceko dan memberikan Ceko setengah bungkus rokok. Ceko heran, jika guru-guru yang lain suka merazia anak-anak yang membawa rokok ke sekolah, Pak Manurung malah memberikan rokok secara cuma-cuma kepada Ceko.
Bu Lilis, Bu Irin, Pak Hendra, Pak Dinding, Bu Sendang, Pak Manurung adalah beberapa dari sekian banyak guru-guru yang berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian, masa depan, dan karier Ceko sampai sekarang. Karena guru-guru tersebut-lah Ceko tak hanya mengajarkannya membaca dan menulis alfabet, tapi juga mengajarkan bagaimana cara membaca pikiran dan hati orang lain.
Kelemahan dari novel ini yaitu keadian yang dipaparkan disini , seperti saat guru yang seharusnya melarang siswanya merokok malah memberikan Ceko rokok secara cuma-cuma. Memang benar itu terjadi sebagai rasa salut Pak Manurung terhadap imajinasi Ceko yang unik namun seharusnya seorang guru yang menjadi panutan hendaknya memberi penghargaan yang lebih baik.
Judul : Gara-gara Guru-guru
Penulis : Cepi Komara
Penerbit : Gradien Mediatama
Tabal : 128 hal; 11,5 x 19 cm
Cepi Komara yang sering dipanggil Ceko adalah penulis merangkap pengamen yang suka main band dan menjadi karyawan di sebuah perusaah swasta. Novel yang ditulis Ceko ini menrupakan “penggalan” cerita Ceko semasa bersekolah yang ditulis dengan alur yang runtut dan mudah dipahami karena sebagian besar dilami oleh sebagian besar dari kita.Ceko menyadari ia tak akan menjadi seperti ini tanpa bantuan, bimbingan, dan didikan dari guru-guru dari semasa SD, SMP, sampai SMA. Tapi Ceko tak pernah merasakan dibimbing oleh dosen karena ia tak pernah berkuliah. Adapun beberapa guru tervaforit Ceko yang pernah mengajarkan Ceko dan berpengaruh besar terhadap kepribadian dan karier Ceko di masa kini.
Sewaktu SD, Ceko paling suka dengan guru kelas satu yang cantik jelita bernama Bu Irin. Beliaulah yang pertama kali mengajarkan Ceko dasar-dasar baca tulis. Kalau lagi marah biasanya Bu Irin suka mencubit anak yang nakal. Namun Bu Irin mencubitnya dengan kasih sayang. Ceko sangat senang dicubit oleh Bu Irin dan karena ingin lebih sering dicubit, Ceko menjadi nakal sejak dini. Bu Irin mengajarkan Ceko tentang bagaimana rasa kangen itu muncul dari kasih sayang yang diberikan orang lain padanya.
Bu Lilis, guru kelas 6 Ceko menyadarkannya akan bakat yang dimiliki Ceko yaitu sebagai penulis. Kemudian Pak Hendra guru SMP sekaligus wali kelas Ceko semakin menyadarkan Ceko akan bakatnya tersebut. Sedangkan Ceko, singkatan dari Cepi Komara ia dapatkan dari Pak Dindin, guru Bahasa Daerah di SMP-nya yang suka menyingkat nama siswa.
Begitu beranjak SMA, Ceko megenal Pak Tamania. Pak Tasmania adalah satu-satu guru yang memberi nilai berdasarkan wajah dan fisik murid-muridnya. Kemudian Bu Sendang, guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas Ceko sudah kewalahan mendidik Ceko yang setiap kali tertidur saat pelajaran berlangsung. Alhasil sekarang Ceko tidak lancar berbahasa Inggris. Bu Sendang mengajarkan Ceko bahwa penyesalan selalu datang terlambat dan waktu berlalu tidak dapat ditarik kembali.
Di SMA juga ada guru Kimia, seorang pria, susah berumur, dan berdarah batak dengan marga Manurung. Pak Manurung ini adalah guru yang cuek, santai, akrab dengan anak-anak, baik hati, dan tidak galak. Suatu hari Pak Manurung malas mengajar. Beliau mempersilahkan siapa saja untuk mengajar, lebih tepatnya bertukar posisi dari guru menjadi siswa dan siswa menjadi guru.Tanpa berpikir panjang Ceko mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan maju ke depan. Pak Manurung menyarankan agar Ceko tidak mengajar Kimia karena Ceko adalah murid yang paling tidak paham. Ceko sadar lalu mulai menjelaskan tentang sebuah pelajaran sekolah yang ia kolerasikan dengan pelajaran kehidupan yaitu pelajaran Matemacinta. Matemacinta adalah pelajaran tentang persoalan cinta yang mungkin bisa diselesaikan dengan rumus matematika.Ceko mempunyai cita-cita untuk membuat buku tentang topik ini dan membuat rumus matematika untuk menyelesaikan masalah cinta yang ada di kehidupan manusia. Meskipun rumus-rumus matematika yang Ceko korelasikan seperti rumus Cintagoras untuk menyelesaikan soal cinta segita terkesan memaksa dan ngelantur tetap saja Ceko mendapat tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya. Pak Manurung juga salut dengan Ceko dan memberikan Ceko setengah bungkus rokok. Ceko heran, jika guru-guru yang lain suka merazia anak-anak yang membawa rokok ke sekolah, Pak Manurung malah memberikan rokok secara cuma-cuma kepada Ceko.
Bu Lilis, Bu Irin, Pak Hendra, Pak Dinding, Bu Sendang, Pak Manurung adalah beberapa dari sekian banyak guru-guru yang berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian, masa depan, dan karier Ceko sampai sekarang. Karena guru-guru tersebut-lah Ceko tak hanya mengajarkannya membaca dan menulis alfabet, tapi juga mengajarkan bagaimana cara membaca pikiran dan hati orang lain.
Kelemahan dari novel ini yaitu keadian yang dipaparkan disini , seperti saat guru yang seharusnya melarang siswanya merokok malah memberikan Ceko rokok secara cuma-cuma. Memang benar itu terjadi sebagai rasa salut Pak Manurung terhadap imajinasi Ceko yang unik namun seharusnya seorang guru yang menjadi panutan hendaknya memberi penghargaan yang lebih baik.
DREAMING
Jangan katakan akan berakhir seperti ini..
Meskipun selalu takut membuatku ragu
jauh di dalam hatiku
Ada gema yang mendorongku terus maju ..
langkah demi langkah aku akan bergerak..
maju berhati-hati seperti hari ini...
Dipenuhi dengan kegembiraan dan ketakukan
Bahkan jika tersandung dan jatuh
Aku masih akan bergerak maju satu langkah..
Kapan aku kan menghadapi mimpiku ?
Kapan kita bertemu ?
aku melihat e arah mimpiku ..
"dreamhigh"
Meskipun selalu takut membuatku ragu
jauh di dalam hatiku
Ada gema yang mendorongku terus maju ..
langkah demi langkah aku akan bergerak..
maju berhati-hati seperti hari ini...
Dipenuhi dengan kegembiraan dan ketakukan
Bahkan jika tersandung dan jatuh
Aku masih akan bergerak maju satu langkah..
Kapan aku kan menghadapi mimpiku ?
Kapan kita bertemu ?
aku melihat e arah mimpiku ..
"dreamhigh"
Senin, 25 Juli 2011
Turn Around :) This is my Life .
18032011
( Sebelum kisah gue dijual orang lain , mending gue tulis )
Mulai dari mana yah ..? hmm…
Nama gue Eva Oktarianti, gue asli Bali . Yang gue tau nyokap uda sakit perut dari hari jumat, siap-siap ngelahirin gue.Eh ternyata..baru hari Senin gue lahir. 3 hari 3 malam nyokap nahan sakit. Kenapa sih gue gak lahir hari Jumat aja ? (Belum lahir uda durhaka, ckckck) Senin pagi maunya nyokap operasi caesar, semua udah siap. Tiba-tiba aja gue nyelonong keluar tanpa ijin (lahir normal). Ngueek ngueek ngueekk.. gue nangis menghebohkan suasana. Nampak tak berdosa nan suci (Padahal uda bawa dosa dari kehidupan lalu). Nyokap nangis bahagia (lega gue uda kluar) dan bokap bilang : ”Pinter yah kamu lahir nunggu hari senin, harinya para dewa (berharap gue punya sifat malaikat) ahay ..
”Weee, dia cewek!!!” Tiba-tiba aja tante gue teriak . Kasian gue nya saat itu , untung gue gak budek.Klo bisa gue bales triak tuh “ Emaang Cewek Tanteee!!”
Gue aja masih heran, ampe segitu cowokkah tampang gue dulu ?
Waktu jalan nonstop, gue belajar baca di RS, dari umur 3 th gue sering sakit-sakitan. Dan baru ketauan gue sakit apa waktu umur 6 th (Whatever, gue nyante aja tuh). TK, SD gue gak bgt punya temen.Tiap kerja bhakti gue gak pernah sekolah (Ijin Bolos karena takut sakit) hhahaha ..(pules jumah). Tapi herannya dapet aja gue juara. SMP gue mulai nemuin yang nama’nya hidup. Gue mulai ngerasain yang namanya sayang ma cowok padahal gue uda pacaran mulai kelas 2 SD ( apaa ?? ) Iaa gue sayang ma sahabat gue sendiri. 3 th gue mendem rasa itu. Cowok itu polos jg baik (polos bgt malah) Mana ngerti cinta-cintaan.Tapi gue sadar dia ada buat gue pas dia butuh. Sempet gue nanya :”Kamu nyari aku pas kamu butuh aja yah?” Dengan polosnya dia jawab:”Iaa” (Dia gag ngeliat gue). Gue inget pertama kali ketemu dia. Dia pendiem, selalu berpaling muka saat ngomong ma gue, dia cuek tapi selalu bisa nolong orang yang lebih lemah, dia egois disaat-saat tertentu,tapi kalo lagi baik dia baiik bgt. Karena kita 3th selalu bareng sedikit demi sedikit gue pengaruhi dia(dia brani natap lawan bicaranya, terbuka saat ngobrol,tertawa,dll) begitu pula dia pengaruhi gue(otak gue jd otak kriminal, suka nyari contekan ke kelas” lain, menjalin hub.kerjasama antar kelas,dll) hahaha .Karena dia gue jadi cerdas gag cuma pinter. Tapi gimana yah, gue ga apa” dimanfaatin. Selama gue dibutuhin gue seneng ngelakuin apapun buad dia. Selain dia gue jg punya sahabat cewek. Polos, baik jg. Kemana-mana gue ma dia. Pokoknya gue ngerasa berarti pas SMP karena gue ngerasa gag sendiri. SMP gue rajiiiiin bgt sekolah (pas libur jg gue sekolah) ckckck .. Gue jg cepet akrab ma orang” sekitar gue terutama para guru. Ampe guru matematika paling killer gue jabanin jadi temen. Gue inget pas gue disuru maju ngerjain soal matematika ama Pak Bean (ejekannya Mr.Bean) gue jawab gini:” Pak saya lagi Badmood” (Sebenernya karena gue gag bisa jawab) jiaaahahaa brani bgt sii (Dasar murid kurang ajar!)??. Gue sempet jadi Ketua kelas waktu kelas VIII ( bisa loe??).
Perjalan cinta gue pas Smp gag bagus” amat. Gue beberapa kali pacaran tapi paling maksimal mpe 2 minggu doang. Gue cuma suka tapi gag bisa sayang. Gue pacaran otomatis hubungan persahabatan gue jadi melar egh renggang, dan gue gag milih itu.(Maaf buat para mantan” gue, kan cuma cinta onyet, kalian jg cpt tuh nyari pengganti gue :D ).
Hmmn, asal kalian tahu menempe, gue dari kecil gag bgt punya mimpi, tujuan, harapan atau apalah untuk kedepannya hidup gue kaya apa. Gue cuma jalani hidup 1 hari dan menikmatinya buad gue sendiri. Gue tahu gue gag bisa ngelakuin banyak buad keluarga terutama Ortu gue. Gue cuma bisa nurut, kalo IA gue lakuin kalo ENGGA ya gue diem. Karena itu yang bisa buat mereka seneng. Tapi gue pengen lebih dari itu, gue suka berorganisasi tapi gue gag pernah diijinin ikut yang begituan, gue pengen lebih pinter tapi sedikit aja gue maksain belajar asma gue uda kambuh. Gue suka nyanyi dari kecil tapi suara gue gag begitu bagus, gue suka ngedance tapi kondisi gue gag ngedukung ( alay bgt sii ni tubuh ). Gue itu cuma bisa ngabisin uang ortu cuma buat “nge-date” ma dokter. Ortu gue bahkan terlalu baik ma gue, gue gak pernah dipaksa belajar bahkan saat gue belajar gue malah disuru berhenti dan jangan maksain (gimana bisa maju anag Indonesia?). Gue jarang mutusin sesuatu, gue jarang melagkah sendiri. Bahkan Sekolah gue sekarang itu, adik gue yang milihin, begitu pula motor. Mungkin Cuma gue yang tahu rasanya hidup tanpa tujuan jelas. Tapi gue tahu topeng yang paling ampuh nutupin kelemahan gue yaitu keceriaan yang gue punya. Dan dengan itu gue bisa ngebuat keluarga, sahabat, siapapun yang bersama gue jadi seneng. Dan gue lebih seneng ngeliad mereka tertawa karena gue, meskipun dengan sikap gue yang sedikit aneh (buaanyaak bgt dan langka!!) .
Waktu berlari, untungnya adik gue berkembang. Dia bisa ngebanggain orang tua juga keluarga gue. Dia bisa sibuk, ngelakuin apapun yang dia mau. Jadi ketua osis, ketua pramuka, forum-forum apalah itu. Dia juga pinter nyanyi, suaranya bagus, jadi idola di sekolahnya. Sifatnya beda banget dari gue, gue terbuka dia tertutup. Gue nekat dan dia perlu berfikir 2kali, gue suka di luar dan dia lebih suka belajar di rumah. Gue sebagai kakak hanya bisa jadi sopir pribadinya (berhubung gue suka dijalan), nganter jemput dia. Ok, dia emang dapetin apa yang gue pengen . Gue jadi males bermimpi !!
Tapi gue tetep semangat kok. Gue masih nyaman dengan keadaan gue.
SMA awal gue masih kurus enggak se-semok ini, hidup gue masih biasa-biasa aja. Ampe tgl 6 September 2009 (ingatan gue lumayan juga euy) gue kenal seseorang namanya Radit (nama palsu). I don’t know why, gue ngerasa ada yang “waaaaoow” dengan ni anak. Ternyata bener, lama-lama berhubungan sebenernya gue jadi ngeliad pribadi gue sendiri pada diri Radit, tapi pribadi gue yang terbalik tapi itulah sebenernya gue( kusut ahh). Mungkin karena itu gue ngerasa nyaman ma Radit. Dia bisa ngebuat gue jadi Something di hidupnya saat itu, saat dia jatuh karena seseorang yang paling dia sayang ninggalin dia, dia nyari gue. Pernah gue bacain dia novel ampe jam 2 pagi judulnya Autum in Paris. Dia mulai penting dalam hidup gue ketika dia bisa ngangkat gue saat gue terpuruk. Dan gue baru nyadar gue cinta ma Radit saat Valentine 14 Februari 2010. Dia ngajak gue Valday bareng di Kertalangu tapi dia batalin karena kakinya sakit. Valday gue habisin buad nangis beberapa jam .Gue tetep berhubungan ma dia dan gue inget lagu pertama yang gue nyanyiin bareng dia judulnya Fall For You_Secondhand Serenade. Pertama kali denger suaranya gue ngerasa tenang (pretduudserr). Entah kesambet setan penasaran gue nekat ke rumahnya berniat jenguk dia yang lagi sakit. Tanpa tahu jalan, arah, gak punya Sim, dimana kaden .. gue lanjut aja. Gue seneng bgt setelah 1 stengah jam berteman dgn aspal gue nemu perumahan yang gue cari meskipun harus nanya 6 kali. Tapi sayang gue gak nemu rumahnya. Padahal gue dibantuin nyari ama preman” asli sana. Sedikitpun gue gag takut malah gue kenal ama Radit” yang lain. Ehh.. gue malah dimarahin ma Radit karena gak bilang mau kesana. Radit bilang dia di kampungnya. (kok bisa? Dia kan sakit? ) Gue kecewa so pasti, tp gue malah mati”an minta maaf ke Radit. Lama-lama mulai terungkap keburukan Radit, banyak bisikan” yang meng’judge’ Radit tu gak baik. Tapi gimana yah mata gue selalu liat kebaikannya Radit. Meskipun ia gue beberapa kali nangis karena Radit gag pernah ngeliad gue cinta ma dia, dia malah deket bahkan jadian ma cewek” lain. Tapi gue jadi terbiasa dengan sikap”nya, gue mulai ngerti dia sebenernya kaya apa. Gue bertahan bahkan menunggu. Sikap”nya yang masih membutuhkan gue begitu pula gue yang gag bisa tanpanya membuat hubungan gue ma Radit makin deket. Sempet gue ngerasa dipermainin tapi rasa itu hilang ketika Radit bilang gue adalah SOULMATE nya.
Gue makin tahu tentang kenyataan hidupnya, tapi gue gag peduli yang penting Radit adalah Radit yang gue kenal. Selalu bisa ngebuat gue nyaman saat gue bersamanya. Bukannya gue nutup mata, telinga, gag mau tahu tentang keburukannya tapi gue Cuma tutup mulut karena terkadang gue malah suka keburukannya, bahkan caranya berbohong buat ngejaga perasaan orang lain (aneh) Tapi sakiit juga diboongin. Gue tahu alasan sebenernya kenapa radit batalin janjinya pas Valday dan dia bilang itu langsung. Tapi itu gag begitu jadi masalah mungkin karena hati gue uda terlatih (alay ahh). Gue seneng bisa nemenin dia pas ultahnya, gue seneng gue jadi yang pertama ngucapin met ultah buad dia, gue seneng dari 2 orang yag dia tunggu ngucapin ultah ternyata gue salah satu orangnya.
Gue seneng dia masih butuh gue karena gue disini juga butuh dia. Waktu dia terpuruk oleh seseorang dia nyari gue. Kali ini gue bener” ngorbanin perasaan gue sendiri. Gue berjuang ma Radit buat ketemu seseorang . Tapi gagal. Malah kita diusir. Radit makin terpukul, badannya gemeteran. Seharusnya gue gak nyuruh dia berusaha sekali lagi buat ketemu tu cewek. Radit mukul tembok ampe tangannya berdarah. Tapi gue malah ditinggalin ma dia dengan keadaannya kaya gitu. Gue keliling nyari dia, gue takut dia ngelakuin hal bodoh. Seberapapun gue nahan air mata saat bersamanya, gue gag kuat saat gue di di jalan. Gue kuatir bgt tapi akhirnya gue gag berhasil nemuin dia, gue pulang. Radit ngubungin gue, dia mabuk. Omongannya itu loh bener” ngebuat hati gue remuk. Dia minta kelak nama anak gue jg Radit, dan yang paling parah Radit nyuruh gue ngejagain cewek yg buad dia hancur. Dia gag tahu keadaan gue disini juga hancur, gue takut banget kehilangan Radit. Untungnya sekarang Radit nampak uda baik-baik aja . Seperti apa katanya ” punya temen juga lengeh-lengehan” (iah dit, gue emank lengeh) Gue sering ngecewain Radit, gue gag nyangka malah gue yang buad Radit nangis saat terakhir kali kita berhubungan (jahat gue). Gue maparin kenyataan sakitnya udah dilupain seseorang yang sangat berarti. Tapi rasanya jadi gue ?? Juga sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttt Dit, lebih sakit daripada gue jatuh dari tangga lantai dua sekolah gue ( kog gag nyambung). Kenapa sih Radit ngubungin gue dengan :’( di smsnya ? Radit selalu cerita tentang rasa cinta yang dia punya ke ce itu. Sedangkan Radit tahu gue disini cinta ma dia. Radit selalu bisa ngeliat sekecil apapun usaha “seseorang” buat dia karena seseorang itu sangatlah berarti dlm hidupnya. Radit nyaman sama dia. Dia yang selalu dibangga-banggain ma Radit. Sedangkan gue ?? taw ahg.. Gue bisa bertahan karena gue seneng bisa jadi tempatnya bersandar. Gue masih nyimpen ribuan sms” nya. Tapi itu dah gue malah maparin hal yang nyakitin dia. Gue pengen dia itu lebih kuat. Gak takut kenyataan. Tapi selalu aja cara gue salah. Gue gag pernah ngebuad dia bener-bener nyaman. Mungkin dia uda hapus gue dalam hidupnya, mungkin pula dia gag butuh lagi ma gue.
Tp bukan ini mau gue. Sakit jadi gue( www.gemeteran.com) . Sakit bgt ketika gue mulai punya mimpi, gue punya tujuan, dan gue punya semangat buad wujudin itu semua, apakah gue dan dia harus ngejauh ? Gue kehilangan sebagian diri gue. Tapi gue bersyukur bahkan beruntung Tuhan ngijinin gue masuk dalam hidupnya. Ada beberapa hal yang uda gue dapetin saat bersamanya dan akan terukir abadi dalam sejarah hidup gue(moga pahatannya bagus). Pikir-pikir, karena dia gue jadi berani ( berani ngelanggar, nekat, berani ke tempat jauh, berani ngambil keputusan) , gue jadi punya banyak sahabat dari dia, gue tahu musik yang gue suka, gue belajar banyak dari dia. Gue akui dia itu segalanya . Tapi sakit yah ketika orang yang kita anggep Something malah ngebuat kita ngerasa Nothing dlm hidupnya, Orang yang kita pertahankan malah nyuruh kita pergi, bahkan gue disuruh buad ngebenci dia. Ahh.. ternyata bener, sikap baik manusia lebih cepet berubah karena lebih melihat kesalahan bukan kebaikan seseorang. Sayang aja mungkin malaikat yang manahin busur cinta gag begitu handal, panahnya tepat di jantung gue tapi yg lagi satu malah meleset ke pantat Radit. Hhuuuuh ... gue juga lengeh, Kenapa mata gue pasaran bgt ? suka ma orang yang juga punya byk fans, begitu pula hati gue, kenapa cinta tulus yg gue punya malah buad Radit yang juga punya banyak orang yang cinta mati ma dia? Tapi gue gak ngerasa kalah, gue malah menangin diri gue sendiri. Gue kayak bayi yang belajar berjalan. Yang gue pikir sekarang APA SIH MAU GUE SEBENERNYA DARI RADIT ???
Kenapa rasa gue sedalem ini jika Tuhan gag ngijinin gue sama dia ? Apa itu Soulmate jika tak pernah ada ikatan ?
( Sebelum kisah gue dijual orang lain , mending gue tulis )
Mulai dari mana yah ..? hmm…
Nama gue Eva Oktarianti, gue asli Bali . Yang gue tau nyokap uda sakit perut dari hari jumat, siap-siap ngelahirin gue.Eh ternyata..baru hari Senin gue lahir. 3 hari 3 malam nyokap nahan sakit. Kenapa sih gue gak lahir hari Jumat aja ? (Belum lahir uda durhaka, ckckck) Senin pagi maunya nyokap operasi caesar, semua udah siap. Tiba-tiba aja gue nyelonong keluar tanpa ijin (lahir normal). Ngueek ngueek ngueekk.. gue nangis menghebohkan suasana. Nampak tak berdosa nan suci (Padahal uda bawa dosa dari kehidupan lalu). Nyokap nangis bahagia (lega gue uda kluar) dan bokap bilang : ”Pinter yah kamu lahir nunggu hari senin, harinya para dewa (berharap gue punya sifat malaikat) ahay ..
”Weee, dia cewek!!!” Tiba-tiba aja tante gue teriak . Kasian gue nya saat itu , untung gue gak budek.Klo bisa gue bales triak tuh “ Emaang Cewek Tanteee!!”
Gue aja masih heran, ampe segitu cowokkah tampang gue dulu ?
Waktu jalan nonstop, gue belajar baca di RS, dari umur 3 th gue sering sakit-sakitan. Dan baru ketauan gue sakit apa waktu umur 6 th (Whatever, gue nyante aja tuh). TK, SD gue gak bgt punya temen.Tiap kerja bhakti gue gak pernah sekolah (Ijin Bolos karena takut sakit) hhahaha ..(pules jumah). Tapi herannya dapet aja gue juara. SMP gue mulai nemuin yang nama’nya hidup. Gue mulai ngerasain yang namanya sayang ma cowok padahal gue uda pacaran mulai kelas 2 SD ( apaa ?? ) Iaa gue sayang ma sahabat gue sendiri. 3 th gue mendem rasa itu. Cowok itu polos jg baik (polos bgt malah) Mana ngerti cinta-cintaan.Tapi gue sadar dia ada buat gue pas dia butuh. Sempet gue nanya :”Kamu nyari aku pas kamu butuh aja yah?” Dengan polosnya dia jawab:”Iaa” (Dia gag ngeliat gue). Gue inget pertama kali ketemu dia. Dia pendiem, selalu berpaling muka saat ngomong ma gue, dia cuek tapi selalu bisa nolong orang yang lebih lemah, dia egois disaat-saat tertentu,tapi kalo lagi baik dia baiik bgt. Karena kita 3th selalu bareng sedikit demi sedikit gue pengaruhi dia(dia brani natap lawan bicaranya, terbuka saat ngobrol,tertawa,dll) begitu pula dia pengaruhi gue(otak gue jd otak kriminal, suka nyari contekan ke kelas” lain, menjalin hub.kerjasama antar kelas,dll) hahaha .Karena dia gue jadi cerdas gag cuma pinter. Tapi gimana yah, gue ga apa” dimanfaatin. Selama gue dibutuhin gue seneng ngelakuin apapun buad dia. Selain dia gue jg punya sahabat cewek. Polos, baik jg. Kemana-mana gue ma dia. Pokoknya gue ngerasa berarti pas SMP karena gue ngerasa gag sendiri. SMP gue rajiiiiin bgt sekolah (pas libur jg gue sekolah) ckckck .. Gue jg cepet akrab ma orang” sekitar gue terutama para guru. Ampe guru matematika paling killer gue jabanin jadi temen. Gue inget pas gue disuru maju ngerjain soal matematika ama Pak Bean (ejekannya Mr.Bean) gue jawab gini:” Pak saya lagi Badmood” (Sebenernya karena gue gag bisa jawab) jiaaahahaa brani bgt sii (Dasar murid kurang ajar!)??. Gue sempet jadi Ketua kelas waktu kelas VIII ( bisa loe??).
Perjalan cinta gue pas Smp gag bagus” amat. Gue beberapa kali pacaran tapi paling maksimal mpe 2 minggu doang. Gue cuma suka tapi gag bisa sayang. Gue pacaran otomatis hubungan persahabatan gue jadi melar egh renggang, dan gue gag milih itu.(Maaf buat para mantan” gue, kan cuma cinta onyet, kalian jg cpt tuh nyari pengganti gue :D ).
Hmmn, asal kalian tahu menempe, gue dari kecil gag bgt punya mimpi, tujuan, harapan atau apalah untuk kedepannya hidup gue kaya apa. Gue cuma jalani hidup 1 hari dan menikmatinya buad gue sendiri. Gue tahu gue gag bisa ngelakuin banyak buad keluarga terutama Ortu gue. Gue cuma bisa nurut, kalo IA gue lakuin kalo ENGGA ya gue diem. Karena itu yang bisa buat mereka seneng. Tapi gue pengen lebih dari itu, gue suka berorganisasi tapi gue gag pernah diijinin ikut yang begituan, gue pengen lebih pinter tapi sedikit aja gue maksain belajar asma gue uda kambuh. Gue suka nyanyi dari kecil tapi suara gue gag begitu bagus, gue suka ngedance tapi kondisi gue gag ngedukung ( alay bgt sii ni tubuh ). Gue itu cuma bisa ngabisin uang ortu cuma buat “nge-date” ma dokter. Ortu gue bahkan terlalu baik ma gue, gue gak pernah dipaksa belajar bahkan saat gue belajar gue malah disuru berhenti dan jangan maksain (gimana bisa maju anag Indonesia?). Gue jarang mutusin sesuatu, gue jarang melagkah sendiri. Bahkan Sekolah gue sekarang itu, adik gue yang milihin, begitu pula motor. Mungkin Cuma gue yang tahu rasanya hidup tanpa tujuan jelas. Tapi gue tahu topeng yang paling ampuh nutupin kelemahan gue yaitu keceriaan yang gue punya. Dan dengan itu gue bisa ngebuat keluarga, sahabat, siapapun yang bersama gue jadi seneng. Dan gue lebih seneng ngeliad mereka tertawa karena gue, meskipun dengan sikap gue yang sedikit aneh (buaanyaak bgt dan langka!!) .
Waktu berlari, untungnya adik gue berkembang. Dia bisa ngebanggain orang tua juga keluarga gue. Dia bisa sibuk, ngelakuin apapun yang dia mau. Jadi ketua osis, ketua pramuka, forum-forum apalah itu. Dia juga pinter nyanyi, suaranya bagus, jadi idola di sekolahnya. Sifatnya beda banget dari gue, gue terbuka dia tertutup. Gue nekat dan dia perlu berfikir 2kali, gue suka di luar dan dia lebih suka belajar di rumah. Gue sebagai kakak hanya bisa jadi sopir pribadinya (berhubung gue suka dijalan), nganter jemput dia. Ok, dia emang dapetin apa yang gue pengen . Gue jadi males bermimpi !!
Tapi gue tetep semangat kok. Gue masih nyaman dengan keadaan gue.
SMA awal gue masih kurus enggak se-semok ini, hidup gue masih biasa-biasa aja. Ampe tgl 6 September 2009 (ingatan gue lumayan juga euy) gue kenal seseorang namanya Radit (nama palsu). I don’t know why, gue ngerasa ada yang “waaaaoow” dengan ni anak. Ternyata bener, lama-lama berhubungan sebenernya gue jadi ngeliad pribadi gue sendiri pada diri Radit, tapi pribadi gue yang terbalik tapi itulah sebenernya gue( kusut ahh). Mungkin karena itu gue ngerasa nyaman ma Radit. Dia bisa ngebuat gue jadi Something di hidupnya saat itu, saat dia jatuh karena seseorang yang paling dia sayang ninggalin dia, dia nyari gue. Pernah gue bacain dia novel ampe jam 2 pagi judulnya Autum in Paris. Dia mulai penting dalam hidup gue ketika dia bisa ngangkat gue saat gue terpuruk. Dan gue baru nyadar gue cinta ma Radit saat Valentine 14 Februari 2010. Dia ngajak gue Valday bareng di Kertalangu tapi dia batalin karena kakinya sakit. Valday gue habisin buad nangis beberapa jam .Gue tetep berhubungan ma dia dan gue inget lagu pertama yang gue nyanyiin bareng dia judulnya Fall For You_Secondhand Serenade. Pertama kali denger suaranya gue ngerasa tenang (pretduudserr). Entah kesambet setan penasaran gue nekat ke rumahnya berniat jenguk dia yang lagi sakit. Tanpa tahu jalan, arah, gak punya Sim, dimana kaden .. gue lanjut aja. Gue seneng bgt setelah 1 stengah jam berteman dgn aspal gue nemu perumahan yang gue cari meskipun harus nanya 6 kali. Tapi sayang gue gak nemu rumahnya. Padahal gue dibantuin nyari ama preman” asli sana. Sedikitpun gue gag takut malah gue kenal ama Radit” yang lain. Ehh.. gue malah dimarahin ma Radit karena gak bilang mau kesana. Radit bilang dia di kampungnya. (kok bisa? Dia kan sakit? ) Gue kecewa so pasti, tp gue malah mati”an minta maaf ke Radit. Lama-lama mulai terungkap keburukan Radit, banyak bisikan” yang meng’judge’ Radit tu gak baik. Tapi gimana yah mata gue selalu liat kebaikannya Radit. Meskipun ia gue beberapa kali nangis karena Radit gag pernah ngeliad gue cinta ma dia, dia malah deket bahkan jadian ma cewek” lain. Tapi gue jadi terbiasa dengan sikap”nya, gue mulai ngerti dia sebenernya kaya apa. Gue bertahan bahkan menunggu. Sikap”nya yang masih membutuhkan gue begitu pula gue yang gag bisa tanpanya membuat hubungan gue ma Radit makin deket. Sempet gue ngerasa dipermainin tapi rasa itu hilang ketika Radit bilang gue adalah SOULMATE nya.
Gue makin tahu tentang kenyataan hidupnya, tapi gue gag peduli yang penting Radit adalah Radit yang gue kenal. Selalu bisa ngebuat gue nyaman saat gue bersamanya. Bukannya gue nutup mata, telinga, gag mau tahu tentang keburukannya tapi gue Cuma tutup mulut karena terkadang gue malah suka keburukannya, bahkan caranya berbohong buat ngejaga perasaan orang lain (aneh) Tapi sakiit juga diboongin. Gue tahu alasan sebenernya kenapa radit batalin janjinya pas Valday dan dia bilang itu langsung. Tapi itu gag begitu jadi masalah mungkin karena hati gue uda terlatih (alay ahh). Gue seneng bisa nemenin dia pas ultahnya, gue seneng gue jadi yang pertama ngucapin met ultah buad dia, gue seneng dari 2 orang yag dia tunggu ngucapin ultah ternyata gue salah satu orangnya.
Gue seneng dia masih butuh gue karena gue disini juga butuh dia. Waktu dia terpuruk oleh seseorang dia nyari gue. Kali ini gue bener” ngorbanin perasaan gue sendiri. Gue berjuang ma Radit buat ketemu seseorang . Tapi gagal. Malah kita diusir. Radit makin terpukul, badannya gemeteran. Seharusnya gue gak nyuruh dia berusaha sekali lagi buat ketemu tu cewek. Radit mukul tembok ampe tangannya berdarah. Tapi gue malah ditinggalin ma dia dengan keadaannya kaya gitu. Gue keliling nyari dia, gue takut dia ngelakuin hal bodoh. Seberapapun gue nahan air mata saat bersamanya, gue gag kuat saat gue di di jalan. Gue kuatir bgt tapi akhirnya gue gag berhasil nemuin dia, gue pulang. Radit ngubungin gue, dia mabuk. Omongannya itu loh bener” ngebuat hati gue remuk. Dia minta kelak nama anak gue jg Radit, dan yang paling parah Radit nyuruh gue ngejagain cewek yg buad dia hancur. Dia gag tahu keadaan gue disini juga hancur, gue takut banget kehilangan Radit. Untungnya sekarang Radit nampak uda baik-baik aja . Seperti apa katanya ” punya temen juga lengeh-lengehan” (iah dit, gue emank lengeh) Gue sering ngecewain Radit, gue gag nyangka malah gue yang buad Radit nangis saat terakhir kali kita berhubungan (jahat gue). Gue maparin kenyataan sakitnya udah dilupain seseorang yang sangat berarti. Tapi rasanya jadi gue ?? Juga sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttt Dit, lebih sakit daripada gue jatuh dari tangga lantai dua sekolah gue ( kog gag nyambung). Kenapa sih Radit ngubungin gue dengan :’( di smsnya ? Radit selalu cerita tentang rasa cinta yang dia punya ke ce itu. Sedangkan Radit tahu gue disini cinta ma dia. Radit selalu bisa ngeliat sekecil apapun usaha “seseorang” buat dia karena seseorang itu sangatlah berarti dlm hidupnya. Radit nyaman sama dia. Dia yang selalu dibangga-banggain ma Radit. Sedangkan gue ?? taw ahg.. Gue bisa bertahan karena gue seneng bisa jadi tempatnya bersandar. Gue masih nyimpen ribuan sms” nya. Tapi itu dah gue malah maparin hal yang nyakitin dia. Gue pengen dia itu lebih kuat. Gak takut kenyataan. Tapi selalu aja cara gue salah. Gue gag pernah ngebuad dia bener-bener nyaman. Mungkin dia uda hapus gue dalam hidupnya, mungkin pula dia gag butuh lagi ma gue.
Tp bukan ini mau gue. Sakit jadi gue( www.gemeteran.com) . Sakit bgt ketika gue mulai punya mimpi, gue punya tujuan, dan gue punya semangat buad wujudin itu semua, apakah gue dan dia harus ngejauh ? Gue kehilangan sebagian diri gue. Tapi gue bersyukur bahkan beruntung Tuhan ngijinin gue masuk dalam hidupnya. Ada beberapa hal yang uda gue dapetin saat bersamanya dan akan terukir abadi dalam sejarah hidup gue(moga pahatannya bagus). Pikir-pikir, karena dia gue jadi berani ( berani ngelanggar, nekat, berani ke tempat jauh, berani ngambil keputusan) , gue jadi punya banyak sahabat dari dia, gue tahu musik yang gue suka, gue belajar banyak dari dia. Gue akui dia itu segalanya . Tapi sakit yah ketika orang yang kita anggep Something malah ngebuat kita ngerasa Nothing dlm hidupnya, Orang yang kita pertahankan malah nyuruh kita pergi, bahkan gue disuruh buad ngebenci dia. Ahh.. ternyata bener, sikap baik manusia lebih cepet berubah karena lebih melihat kesalahan bukan kebaikan seseorang. Sayang aja mungkin malaikat yang manahin busur cinta gag begitu handal, panahnya tepat di jantung gue tapi yg lagi satu malah meleset ke pantat Radit. Hhuuuuh ... gue juga lengeh, Kenapa mata gue pasaran bgt ? suka ma orang yang juga punya byk fans, begitu pula hati gue, kenapa cinta tulus yg gue punya malah buad Radit yang juga punya banyak orang yang cinta mati ma dia? Tapi gue gak ngerasa kalah, gue malah menangin diri gue sendiri. Gue kayak bayi yang belajar berjalan. Yang gue pikir sekarang APA SIH MAU GUE SEBENERNYA DARI RADIT ???
Kenapa rasa gue sedalem ini jika Tuhan gag ngijinin gue sama dia ? Apa itu Soulmate jika tak pernah ada ikatan ?
Lirik Simple Plan
TAKE MY HAND
sometimes i feel like everybody's got a problem
sometimes i feel like nobody wants to solve them
i know that people say we're never gonna make it
but i know we're gonna get through this
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
take my hand tonight
let's not think about tomorrow
take my hand tonight
we can find some place to go
cause our hearts are locked forever
and our love will never die
take my hand tonight one last time
the city sleeps and we're lost in the moment
another kiss as we're lying on the pavement
if they could see us they would tell us that we're crazy
but i know they just don't understand
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let you go
the rain drops, the tears keep falling
i see your face and it keeps me going
if i get lost your light's gonna guide me
and i know that you can take me home
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
sometimes i feel like everybody's got a problem
sometimes i feel like nobody wants to solve them
i know that people say we're never gonna make it
but i know we're gonna get through this
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
take my hand tonight
let's not think about tomorrow
take my hand tonight
we can find some place to go
cause our hearts are locked forever
and our love will never die
take my hand tonight one last time
the city sleeps and we're lost in the moment
another kiss as we're lying on the pavement
if they could see us they would tell us that we're crazy
but i know they just don't understand
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let you go
the rain drops, the tears keep falling
i see your face and it keeps me going
if i get lost your light's gonna guide me
and i know that you can take me home
(chorus:)
close your eyes and please don't let me go
don't let me go now
close your eyes don't let me let you go
Puisi "HANYA GORESAN SYUKUR"
Perlahan mataku berkedip silau
Saat ku terbangun dari mimpi fana ku
Tak hanya mentari yang nampak ceria itu temaniku pagi ini
Namun juga seuntai senyum yang iklas nan suci
Aku tak bisa menahan tetes air mata terjatuh
Saat sakit itu kendalikan diriku rapuh
Seketika tubuh itu memelukku erat
Seakan selalu ingin menjagaku ketat
Semakin deras kuteteskan air mata di pipi
Ketika rasa takut mulai selimuti tubuhku yang dingin
Aku takut mengecewakanmu
Karena aku bukanlah sinar terang yang pantas kau harapkan
Namun sinar matamu tak pernah berkata seperti itu
Dirimu selalu bisa membuatku bangkit dan tersenyum lagi
Kaulah ibuku...
Kini hanya goresan syukur yang bisa kuucapkan karena memilikimu ..
Ibu ...
EVA :)
Saat ku terbangun dari mimpi fana ku
Tak hanya mentari yang nampak ceria itu temaniku pagi ini
Namun juga seuntai senyum yang iklas nan suci
Aku tak bisa menahan tetes air mata terjatuh
Saat sakit itu kendalikan diriku rapuh
Seketika tubuh itu memelukku erat
Seakan selalu ingin menjagaku ketat
Semakin deras kuteteskan air mata di pipi
Ketika rasa takut mulai selimuti tubuhku yang dingin
Aku takut mengecewakanmu
Karena aku bukanlah sinar terang yang pantas kau harapkan
Namun sinar matamu tak pernah berkata seperti itu
Dirimu selalu bisa membuatku bangkit dan tersenyum lagi
Kaulah ibuku...
Kini hanya goresan syukur yang bisa kuucapkan karena memilikimu ..
Ibu ...
EVA :)
Kesehatan *Penyakit Jantung Rematik (PJR) *
Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).
Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut, subakut, kronik, atau fulminan, dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada saluran pernafasan bagian atas. Demam reumatik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah. Puncak insiden demam rematik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun.
Seseorang yang mengalami demam rematik apabila tidak ditangani secara adekuat, Maka sangat mungkin sekali mengalami serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan, dikarenakan penatalaksanaan dan pengobatannya yang kurah terarah menyebabkan racun/toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung. Akibatnya daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran.
• Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Rematik
Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam.
• Penegakan Diagnosis Penyakit Jantung Rematik
Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.
• Pengobatan Penyakit Jantung Rematik
Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin.
Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin.
Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang.
• Pencegahan Penyakit Jantung Rematik
Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus).
Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR.
Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik.
Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut, subakut, kronik, atau fulminan, dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada saluran pernafasan bagian atas. Demam reumatik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah. Puncak insiden demam rematik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun.
Seseorang yang mengalami demam rematik apabila tidak ditangani secara adekuat, Maka sangat mungkin sekali mengalami serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan, dikarenakan penatalaksanaan dan pengobatannya yang kurah terarah menyebabkan racun/toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung. Akibatnya daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran.
• Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Rematik
Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam.
• Penegakan Diagnosis Penyakit Jantung Rematik
Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.
• Pengobatan Penyakit Jantung Rematik
Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin.
Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin.
Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang.
• Pencegahan Penyakit Jantung Rematik
Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus).
Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR.
Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik.
cerpen “AKU BERSAMAMU “
Gelap dan sunyi hanya itu yang dirasakan Radit. Dalam kebingungan, ia mencari tahu di mana ia kini berada. Tiba-tiba dingin, tapi lembut seseorang menggenggam tangan Radit perlahan menuntunnya melangkah. Hingga di suatu tempat, langkah mereka terhenti. Radit tak pernah melepas pandangannya dari sosok misterius di depannya itu.
”Hai, kau siapa? Di mana ini ?,” tanya Radit. Seseorang itu berbalik perlahan diiringi cahaya pelangi menerangi mereka.
Ternyata seorang gadis dengan lesung pipi menghiasi kedua pipinya. Gadis itu tersenyum menatap mata Radit, perlahan melepas genggamannya kemudian hilang bersama sinar pelangi yang semakin terang.
“Happy birth day Radit, Happy birth day Radit… Happy birth day, happy birth day… Happy birth day Radit…,” nyanyian meriah itu yang ia dengar setelah suster membuka perban di matanya. Pelan-pelan Radit membuka mata. Satu kecupan Radit dapatkan dari Pratni kekasihnya. ”Selamat ulang tahun Beb”, dengan cerianya Pratni mengucapkan selamat ulang tahun kepada Radit yang disusul oleh sanak keluarganya yang lain. Hari ini adalah hari ulang tahun Radit yang ke 19 tahun .
Dalam keramaian Radit tersadar bahwa ia ada di rumah sakit dengan berbalut perban di beberapa bagian tubuhnya.
”Mam, ada apa denganku?”, Radit bertanya pada mamanya yang ketika itu ada di sampingnya. Sambil memegang bahu Radit, mamanya menjawab.
”Raditya Sanjaya, kemarin kamu kecelakaan dan Trisna yang menghubungi Mama. Keadaanmu sudah parah saat kamu dibawa ke rumah sakit. Kamu hampir buta dan kehilangan nyawamu Dit. Tapi Tuhan mendengar doa Mama. Ada seorang pendonor yang mendonorkan darah dan matanya untukmu.”
”Pendonor ? siapa Ma ?” tanya Radit serius. Namun, Mama Radit hanya membalas dengan senyuman. Radit semakin penasaran. Tiba-tiba Pratni menghampiri Radit.
”Radit, sudah malam... kamu istirahat yah. Aku pulang dan moga kamu cepet sembuh, aku sayang kamu Beb” kata Pratni sedikit manja sambil mencium kening Radit. Kepergian Pratni juga disusul oleh keluarga Radit yang lain.
Radit tidak bisa tidur malam itu. Masih teringat jelas mimpinya. Sosok gadis itu...
”Vina, seandainya kau melihat hujan hitunglah setiap tetes hujan yang turun, sebanyak itulah rinduku padamu”.
Itulah kata-kata indah yang dirangkai Radit untuk Vina. Vina adalah gadis yang sangat disayangi Radit. Tapi entah kenapa Vina pergi meninggalkan Radit tanpa alasan. Radit kemudian ingat, kemarin itu ia ingin menemui Vina. Tapi...
Beberapa minggu kemudian setelah kondisi Radit benar-benar pulih, Radit berniat menemui Vina. Tanpa pikir panjang Radit mengemudikan mobilnya dan pergi ke rumah Vina. Meskipun Radit memiliki Pratni, kekasih terbaiknya saat ini tetap saja sosok Vina sangat sulit ia hilangkan dari pikirannya.
Sesampainya di rumah Vina, yang Radit lihat hanya Tante Swari, Ibu Vina.
”Permisi Tante... ada Vinanya ?” Salam Radit dengan ramah.
”Radit ?” Tanya Tante Swari.
”Ia Tante” Jawab Radit.
”Raditya Sanjaya ?” Tanya Tante Swari lagi.
”Hmm, ia saya Tante...,” Jawab Radit sedikit heran,Tante Swari bisa langsung tahu.
”Vina dimana Tan?”
”Mari masuk dulu,silahkan duduk”
”Ia Tante, terimakasih”
Tante Swari mulai bercerita....
”Vina mencintaimu Dit , dia tak pernah bisa ninggalin kamu. Hanya raganya yang pergi. Dia takut kamu terluka jika tetap bersamamu. Vina selalu bercerita tentang kamu, dia bahagia pernah mengenalmu. Namun suatu saat dia kecewa ketika ia mengetahui kamu bertunangan dengan gadis lain dan tak pernah sekalipun kamu mencari Vina. Ternyata Vina masih tak bisa melupakan janjimu padanya”.
Radit tertegun mulai memahami apa yang terjadi. Radit juga ingat Vina pernah bertanya,
”Dit, jika suatu saat aku pergi tanpa alasan, apa kamu akan membenciku kemudian melupakanku?”
”Tidak! Aku sendiri yang akan mencarimu dan tak akan membiarkanmu pergi. Hanya kamu yang selalu ada saat aku membutuhkan seorang untuk bersandar saat aku terpuruk. Kamulah yang terbaik yang pernah hadir dalam hidupku. Aku berjanji akan selalu ada untukmu Vin.”
Ingatan Radit buyar ketika Tante Swari melanjutkan ceritanya.
”Tapi Vina bisa menerimanya, dia tahu kamu bahagia dengan ruang hidupmu yang baru.
Vina selalu nampak ceria, cerewet, tak pernah seharipun ia lewatkan tanpa canda tawanya. Tapi Tante tahu, ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Dia merindukanmu Dit. Vina pernah mengatakan bahwa ia ingin melakukan sesuatu untukmu. Meski yang terakhir kalinya, setelah itu...” Tante Swari tertunduk dan menangis.
”Setelah itu apa Tante ?” Tanya Radit tergesa-gesa ingin tahu.
”Mungkin Tuhan mendengar doa Vina. Di rumah sakit saat Vina sudah tak bisa menahan sakitnya lagi, Vina melihatmu dengan keadaanmu yang sudah parah. Saat itu, keadaan Vina juga sudah kritis, Vina melihat mata Tante dengan matanya yang seperti memohon. Dan kamu sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya.”
”Jadi....”
”Ia, itu tatapan terakhir Vina untuk Tante.” sela Tante Swari.
Raut muka Radit tampak lemas dan sedih.
”Hmm, Vina sakit apa Tante.., ?” tanya Radit pelan.
”Dari kecil Vina menderita kelainan jantung.” Jawab Tante Swari sedikit terisak.
”Jadi itu alasan mengapa tangan Vina selalu dingin setiap aku pegang..,?” tanya Radit sedih.
Tante Swari hanya membalas dengan satu anggukan kepala.
”Maafkan Radit Tante,...” pinta Radit sambil tertunduk.
”Terimakasih ya Nak... Kamu pernah membahagiakan Vina.” Tante Swari menyela perkataan Radit.
Mulai hujan, begitu pula dengan deras badai dalam hati Radit. Radit kemudian meneduh di bawah pondok kecil di sebuah sawah. Tetes air mata tak bisa Radit bendung. Di sawah inilah terakhir Radit bertemu dengan Vina. Sengaja Radit mengajak Vina ke sawah ini saat ulang tahunnya, dua tahun yang lalu. Karena Radit tahu Vina sangat menyukai sawah. Saat itu Vina terlihat sangat bahagia. Bernyanyi dan merasakan angin sambil tersenyum bahagia. Senyum Vina sungguh menawan.
Sempat Vina menarik tangan Radit mengajak Radit ke sebuah pondok kecil. Langkah Radit terhenti menahan langkah Vina.
”Vin, kenapa tanganmu dingin gini,?” tanya Radit. Namun Vina tak menjawab dan hanya memberi Radit sebuah senyuman. Di bawah pondok ini mereka kemudian mengobrol, mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka.
Air mata Radit semakin deras tak bisa ia bendung, saat Radit mengingat dikala Vina mencium bibirnya.Satu-satunya ciuman dari Vina untuknya. Hadiah terindah yang pernah Radit miliki.
”Vina, seandainya kau tahu.. Aku tak bisa hidup tanpamu. Tak pernah seharipun aku tak memikirkanmu. Maaf aku menganggapmu jahat karena kau meninggalkanku, maaf aku tak menepati janjiku, aku memang bodoh. Tapi kenapa kamu pergi kayak gini Vin ? Kamu tahu aku butuh kamu!!!” teriak Radit bersama derasnya hujan.
”Aku bersamamu Dit...,” sebuah bisikan Radit dengar diikuti hembusan angin dingin menerpa tubuhnya.
”Vina.., ?” tanya Radit dalam hati.
Radit mengambil sesuatu di saku kemejanya. Satu origami kecil berwarna biru muda pemberian Vina.
”Hanya tinggal satu origami lagi..,” kata Radit sambil menarik nafas panjang kemudian membuka origami itu perlahan. Radit tertegun membaca tulisan di dalam origami itu.
”Jangan mati karena cinta. Aku bersamamu”
Radit berdiri, menjauh dari pondok dan membiarkan tubuhnya basah karena hujan hingga air matanya kini menetes bersama hujan.
”Kamu benar Vin, kamu tak pernah pergi. Kamu bahagiaku. Selalu ada di setiap aliran darahku, dan di setiap aku melihat..,” kata Radit sambil tersenyum menatap langit.
”Hai, kau siapa? Di mana ini ?,” tanya Radit. Seseorang itu berbalik perlahan diiringi cahaya pelangi menerangi mereka.
Ternyata seorang gadis dengan lesung pipi menghiasi kedua pipinya. Gadis itu tersenyum menatap mata Radit, perlahan melepas genggamannya kemudian hilang bersama sinar pelangi yang semakin terang.
“Happy birth day Radit, Happy birth day Radit… Happy birth day, happy birth day… Happy birth day Radit…,” nyanyian meriah itu yang ia dengar setelah suster membuka perban di matanya. Pelan-pelan Radit membuka mata. Satu kecupan Radit dapatkan dari Pratni kekasihnya. ”Selamat ulang tahun Beb”, dengan cerianya Pratni mengucapkan selamat ulang tahun kepada Radit yang disusul oleh sanak keluarganya yang lain. Hari ini adalah hari ulang tahun Radit yang ke 19 tahun .
Dalam keramaian Radit tersadar bahwa ia ada di rumah sakit dengan berbalut perban di beberapa bagian tubuhnya.
”Mam, ada apa denganku?”, Radit bertanya pada mamanya yang ketika itu ada di sampingnya. Sambil memegang bahu Radit, mamanya menjawab.
”Raditya Sanjaya, kemarin kamu kecelakaan dan Trisna yang menghubungi Mama. Keadaanmu sudah parah saat kamu dibawa ke rumah sakit. Kamu hampir buta dan kehilangan nyawamu Dit. Tapi Tuhan mendengar doa Mama. Ada seorang pendonor yang mendonorkan darah dan matanya untukmu.”
”Pendonor ? siapa Ma ?” tanya Radit serius. Namun, Mama Radit hanya membalas dengan senyuman. Radit semakin penasaran. Tiba-tiba Pratni menghampiri Radit.
”Radit, sudah malam... kamu istirahat yah. Aku pulang dan moga kamu cepet sembuh, aku sayang kamu Beb” kata Pratni sedikit manja sambil mencium kening Radit. Kepergian Pratni juga disusul oleh keluarga Radit yang lain.
Radit tidak bisa tidur malam itu. Masih teringat jelas mimpinya. Sosok gadis itu...
”Vina, seandainya kau melihat hujan hitunglah setiap tetes hujan yang turun, sebanyak itulah rinduku padamu”.
Itulah kata-kata indah yang dirangkai Radit untuk Vina. Vina adalah gadis yang sangat disayangi Radit. Tapi entah kenapa Vina pergi meninggalkan Radit tanpa alasan. Radit kemudian ingat, kemarin itu ia ingin menemui Vina. Tapi...
Beberapa minggu kemudian setelah kondisi Radit benar-benar pulih, Radit berniat menemui Vina. Tanpa pikir panjang Radit mengemudikan mobilnya dan pergi ke rumah Vina. Meskipun Radit memiliki Pratni, kekasih terbaiknya saat ini tetap saja sosok Vina sangat sulit ia hilangkan dari pikirannya.
Sesampainya di rumah Vina, yang Radit lihat hanya Tante Swari, Ibu Vina.
”Permisi Tante... ada Vinanya ?” Salam Radit dengan ramah.
”Radit ?” Tanya Tante Swari.
”Ia Tante” Jawab Radit.
”Raditya Sanjaya ?” Tanya Tante Swari lagi.
”Hmm, ia saya Tante...,” Jawab Radit sedikit heran,Tante Swari bisa langsung tahu.
”Vina dimana Tan?”
”Mari masuk dulu,silahkan duduk”
”Ia Tante, terimakasih”
Tante Swari mulai bercerita....
”Vina mencintaimu Dit , dia tak pernah bisa ninggalin kamu. Hanya raganya yang pergi. Dia takut kamu terluka jika tetap bersamamu. Vina selalu bercerita tentang kamu, dia bahagia pernah mengenalmu. Namun suatu saat dia kecewa ketika ia mengetahui kamu bertunangan dengan gadis lain dan tak pernah sekalipun kamu mencari Vina. Ternyata Vina masih tak bisa melupakan janjimu padanya”.
Radit tertegun mulai memahami apa yang terjadi. Radit juga ingat Vina pernah bertanya,
”Dit, jika suatu saat aku pergi tanpa alasan, apa kamu akan membenciku kemudian melupakanku?”
”Tidak! Aku sendiri yang akan mencarimu dan tak akan membiarkanmu pergi. Hanya kamu yang selalu ada saat aku membutuhkan seorang untuk bersandar saat aku terpuruk. Kamulah yang terbaik yang pernah hadir dalam hidupku. Aku berjanji akan selalu ada untukmu Vin.”
Ingatan Radit buyar ketika Tante Swari melanjutkan ceritanya.
”Tapi Vina bisa menerimanya, dia tahu kamu bahagia dengan ruang hidupmu yang baru.
Vina selalu nampak ceria, cerewet, tak pernah seharipun ia lewatkan tanpa canda tawanya. Tapi Tante tahu, ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Dia merindukanmu Dit. Vina pernah mengatakan bahwa ia ingin melakukan sesuatu untukmu. Meski yang terakhir kalinya, setelah itu...” Tante Swari tertunduk dan menangis.
”Setelah itu apa Tante ?” Tanya Radit tergesa-gesa ingin tahu.
”Mungkin Tuhan mendengar doa Vina. Di rumah sakit saat Vina sudah tak bisa menahan sakitnya lagi, Vina melihatmu dengan keadaanmu yang sudah parah. Saat itu, keadaan Vina juga sudah kritis, Vina melihat mata Tante dengan matanya yang seperti memohon. Dan kamu sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya.”
”Jadi....”
”Ia, itu tatapan terakhir Vina untuk Tante.” sela Tante Swari.
Raut muka Radit tampak lemas dan sedih.
”Hmm, Vina sakit apa Tante.., ?” tanya Radit pelan.
”Dari kecil Vina menderita kelainan jantung.” Jawab Tante Swari sedikit terisak.
”Jadi itu alasan mengapa tangan Vina selalu dingin setiap aku pegang..,?” tanya Radit sedih.
Tante Swari hanya membalas dengan satu anggukan kepala.
”Maafkan Radit Tante,...” pinta Radit sambil tertunduk.
”Terimakasih ya Nak... Kamu pernah membahagiakan Vina.” Tante Swari menyela perkataan Radit.
Mulai hujan, begitu pula dengan deras badai dalam hati Radit. Radit kemudian meneduh di bawah pondok kecil di sebuah sawah. Tetes air mata tak bisa Radit bendung. Di sawah inilah terakhir Radit bertemu dengan Vina. Sengaja Radit mengajak Vina ke sawah ini saat ulang tahunnya, dua tahun yang lalu. Karena Radit tahu Vina sangat menyukai sawah. Saat itu Vina terlihat sangat bahagia. Bernyanyi dan merasakan angin sambil tersenyum bahagia. Senyum Vina sungguh menawan.
Sempat Vina menarik tangan Radit mengajak Radit ke sebuah pondok kecil. Langkah Radit terhenti menahan langkah Vina.
”Vin, kenapa tanganmu dingin gini,?” tanya Radit. Namun Vina tak menjawab dan hanya memberi Radit sebuah senyuman. Di bawah pondok ini mereka kemudian mengobrol, mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka.
Air mata Radit semakin deras tak bisa ia bendung, saat Radit mengingat dikala Vina mencium bibirnya.Satu-satunya ciuman dari Vina untuknya. Hadiah terindah yang pernah Radit miliki.
”Vina, seandainya kau tahu.. Aku tak bisa hidup tanpamu. Tak pernah seharipun aku tak memikirkanmu. Maaf aku menganggapmu jahat karena kau meninggalkanku, maaf aku tak menepati janjiku, aku memang bodoh. Tapi kenapa kamu pergi kayak gini Vin ? Kamu tahu aku butuh kamu!!!” teriak Radit bersama derasnya hujan.
”Aku bersamamu Dit...,” sebuah bisikan Radit dengar diikuti hembusan angin dingin menerpa tubuhnya.
”Vina.., ?” tanya Radit dalam hati.
Radit mengambil sesuatu di saku kemejanya. Satu origami kecil berwarna biru muda pemberian Vina.
”Hanya tinggal satu origami lagi..,” kata Radit sambil menarik nafas panjang kemudian membuka origami itu perlahan. Radit tertegun membaca tulisan di dalam origami itu.
”Jangan mati karena cinta. Aku bersamamu”
Radit berdiri, menjauh dari pondok dan membiarkan tubuhnya basah karena hujan hingga air matanya kini menetes bersama hujan.
”Kamu benar Vin, kamu tak pernah pergi. Kamu bahagiaku. Selalu ada di setiap aliran darahku, dan di setiap aku melihat..,” kata Radit sambil tersenyum menatap langit.
Langganan:
Komentar (Atom)