Kepercayaan
hancurkan kesepian
Hmm..
Tulisan ini adalah perasaan beberapa orang yang aku kenal dan bahkan ada
sedikit di dalam diriku.
Hari
ini tentang seseorang yang suram, tidak memiliki cukup teman, dan tentu
sendirian merasakan apa itu sepi. Dia sering menangis sendiri, kecewa, dan
membenci orang-orang disekitarnya. Dia selalu menyalahkan keadaan dan manusia
di lungkungannya sendiri. Setidaknya aku pernah merasakan hal ini, tak
terelakkan rasa sakit, sedih, dan kecewa. Kenapa ya ?Lagi-lagi ini asumsi ku,
ntah benar atau salah silahkan renungi.
What
do you want to belive ? Singkatnya aku harus punya pertanyaan ini agar bisa
melangkah ke arah selanjutnya. Jika tidak, dunia akan menjadi neraka yang
ditempati oleh manusia-manusia pembohong. Kehidupan yang hanya sebuah
kebohongan entah itu menyenangkan atau tidak.
Kepercayaan
normalnya memang dimiliki oleh manusia. Kita sebagai manusia selalu berusaha
membangun kepercayaan karena kita tidak bisa hidup sendiri. Tapi tidak semua
manusia bisa memiliki kepercayaan ini, tidak semua manusia yang bisa menjauhi
dirinya dari kepercayaan yang berlebihan.
Seseorang
yang memiliki kepercayaan yang sangat tipis terhadap manusia lain, biasanya
akan menjadi introvert. Orang ini membenci manusia disekitarnya, terus-terusan
kecewa dan tidak mau mengandalkan orang lain. Seseorang yang sendiri dan
kesepian. Menyedihkan. Tapi mengapa dia kecewa ya? Ya karena dia berharap dari
manusia
di lingkungannya. Berharap dipedulikan, berharap dianggap dan dihargai.
Lucu bukan? Tentu dia kecewa karena ia berharap pada sesuatu yang tak layak ia
dapat. Bagaimana dia bisa dipedulikan jika dia sendiri takut untuk memulai
untuk peduli terhadap orang lain. Bagaimana dia dihargai jika pembawaannya
selalu bersikap membenci yang lain? Memandang dengan mata curiga. Manusia lain
tentu menjadi enggan untuk mendekati seseorang dengan aura negative seperti
ini. Tapi jangan salahkan manusia negative seperti ini, dia tidak akan merasa
kesepian jika sebelumnya dia tidak dikelilingi banyak orang. Pasti ada alasan
dibalik sikapnya ini. Mungkin di masa kecil, dia terlibat dalam suatu masalah
lalu dijauhi teman-temannya, atau dihianati oleh teman yang dia sangat percaya
lalu dia menjadi trauma untuk percaya siapapun. Apapun bisa terjadi tergantung
penerimaan masing-masing manusia menghadapi masalah. Jadi jangan takut untuk
berusaha ada sebagai teman manusia seperti ini. Tapi memang sulit. Butuh
ketahanan mental menghadapi manusia-manusia seperti ini.
Sebenarnya
dia hanya butuh didengarkan. Tapi dia sumgguh sulit untuk membangun kepercayaan
itu. Yang bisa dilakukan adalah tetap bersamanya. Hhoho tapi siapa yang mau
menjadi temannya?
Jika
kamu bisa, sungguh menyenangkan. Aku sendiri merasakan bagaimana senangnya bisa
dipercaya oleh dia yang sungguh sulit percaya siapapun. Itu kebahagiaanku,
salah satunya.
Btw,
alasan aku bertahan dengan manusia seperti itu karena keinginan pribadiku.
Suatu saat semoga ada seseorang yang bisa bertahan denganku, dan semoga ada
seseorang yang bisa membuatku percaya. Dan aku juga sedang berusaha sebaik
mungkin.
Lalu
bagiamana dengan manusia yang terlalu mudah percaya ? Itu lebih bahaya .
bersambung
aja deh, kalau ada yang bbm nyuruh lanjutin ya aku lanjutin :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar