Aku masih bingung, kenapa banyak
orang yang menganggap kematian adalah kebenaran yang pahit. Banyak orang yang
takut mati. Atau tidak ingin meninggalkan sesuatu yang disebut kebahagiaan di
dunia ini. Aku heran. Hidup itu bahagia ? jelas-jelas hidup itu menyedihkan.
hidup adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membayar hutang kita
sekarang atau kehidupan yang lalu, jadi mau tidak mau kita hidup akan banyak
mengalami apa yang nama nya sedih dan menderita. Bukan kan kematian adalah suatu
kepastian yang benar-benar terjadi, bahkan jika memang iya kematian terjadi
karena hutang kita di bumi ini sudah lunas. Jadi aku anggap kematian adalah
anugrah yang aku tunggu .
Dan suatu hari, saat pikiranku
benar-benar nyaman,
rasanya bebas, dan tenang. Aku mengalami suatu kecelakaan yang cukup
mengerikan kata orang. Karena aku sendiri tidak sadar saat itu. Dan aku
beruntung bisa hidup dan engga kelindes mobil, padahal lagi dikit aja aku mati.
Aku beruntung kats orang. Aneh nya aku biasa aja. Engga senang engga sedih.
Lalu saat aku tak bisa melalukan apapun sendiri, yang menolong ku adalah
keluargaku terutama ibu dan bapak. Yang bikin aku luluh justru hanyaalah sebuah
ucapan “ tidak apa, semua sayang padamu, nak”. Rasanya selama hidupku aku
menantikan kata itu. Lucu, sekarang aja aku bisa nangis ngetik ini. Lemah
sekali ya, ck. Satu lagi, saat orang-orang itu menangis untukku, aku merasa
aneh. Aku aja ga sampe nangis, haa.. tapi rasanya aku nangis dlm hati, ternyata
aku bisa bikin orang lain nangis, kenapa aku merasa tenang saat itu. Mungkin
aku merasa belum gagal jadi manusia saat itu. Justru karena itu aku merasa
bersyukur banget masih dikasi kesempatan buat hidup. Sesering apapun aku gagal
menggapai orang yang aku tuju, tapi selama prosesnya aku juga udah berusaha
buat mereka yang ga sengaja ada di hidupku . Aku mungkin hanya kurang
menyadarinya bahwa ga selamanya kematian adalah tujuan akhirku tapi dalam
proses hidupku untuk akhirnya sampai pada kematian itu aku harus terus
berusaha, jika tidak bisa membahagiakan diriku sendiri, jika tidak bisa
menggapai apa yang aku tuju, aku masih bisa membahagiakan orang lain yang
membutuhkan seseorang, aku masih bisa tersenyum untuk seseorang yang tidak bisa
aku gapai, dan berterimakasih sudah jadi tujuan ku meskipun hanya sementara.
Dan yang terpenting aku punya tujuan yang benar-benar akan terjadi, jadi aku ga
perlu ragu yaitu kematianku sendiri . Aku harap sampai saat itu tiba, aku bisa
memberikan sebanyak-banyaknya senyuman untuk mereka, untukku yang lain juga. Terimakasih
kesempatannya Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar