Kalau ga pacaran, ga
gaul. Itulah anggapan untuk sebagian anak muda masa kini. Pacaran memang bisa
dibilang masa pengenalan sebelum ke jenjang yang lebih serius alias menikah.
Namun saking mau mengenal calon pasangan hidup, seringkali banyak pasangan
muda-mudi yang bersikap eksklusif. Kemana-mana berdua, makan berdua, nonton
berdua, pokoknya serasa dunia milik mereka berdua, yang lain ngontrak. Selain
perilaku itu, masih ada yang lebih parah yakni rela ngorbanin semuanya demi
pacar. Rela berantem, engga teguran sama ortu, kakak atau adik, teman bahkan
sahabat Cuma demi belain sang pujaan hati. Rela bolos sekolah, kuliah bahkan
kerja.
Jika menilik dari
ajaran Tuhan, perilaku seperti itu menyimpang. Menjalin hubungan apapun terutama
dengan lawan jenis alias pacaran yang benar harus didasari dengan kasih. Kenapa
?
Kasih dikatakan paling besar karena kasih mampu mengubah manusia dan kasih juga mampu membuat kita bisa melakukan hal-hal yang luar biasa untuk orang lain. Karena kasih itu sabar;kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan hal yang tidak sopan.
Kasih dikatakan paling besar karena kasih mampu mengubah manusia dan kasih juga mampu membuat kita bisa melakukan hal-hal yang luar biasa untuk orang lain. Karena kasih itu sabar;kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan hal yang tidak sopan.
Pacaran yang
didasarkan
oleh kasih pasti tak akan membantah ortu, absen dari tanggung jawab kita, dan
tak akan membuat permusuhan dengan siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar