Terkadang aku merasa
bodoh, tapi terkadang aku bangga terhadap diriku sendiri karena aku telah mampu
merasakan apa itu ketulusan.
Banyak hal yang telah terjadi membuatku belajar memahami diriku sendiri, memahami orang lain, memahami keadaan, dan tentu memahami kehidupan ini.
Pelajaran yang paling aku rasakan adalah cinta kasih dan harga diri.
Sering kali harga diri lebih didahulukan dari pada orang yang disayang. Rasa ego dan tak mau mengalah adalah racun yang berbahaya dalam suatu hubungan. Namun tetap saja itu sering terjadi. Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna yang bisa melakukan semua apa yang dirasa bisa membahagiakan. Apalagi kita sebagai manusia hidup bersama, masing-masing orang memiliki pribadi yang berbeda-beda. Tak bisa disamakan. Mungkin tujuan kita sama tapi bisa saja jalan yang kita pilih tuk raih tujuan itu yang berbeda. Jalan yang berbeda inilah seringkali menjadi tempat
dimana bibit perselisihan itu hadir. Kurangnya pemahaman akan maksud seseorang secara lebih luas, dan sifat ego atau merasa selalu bahkan harus benar yang menjadi jalan perselisihan itu tak bisa dihindarkan, padahal kita tahu tujuannya adalah sama, apapun itu. Maka pentinglah rasa mengeri dan sifat empati itu dikembangnya, jangan sedikit-sedikit memandang negatif apa yang dilakukan seseorang tapi bayangkanlah jika kamu ada di posisinya. Dari pemahaman itulah mulai lahir bibit ketulusan. Tapi sungguh bodoh apabila kamu men’judge’ seseorang itu salah hanya karena orang itu tidak sejalan denganmu sebelum kamu tahu apa tujuannya.
-----bersambung----
Banyak hal yang telah terjadi membuatku belajar memahami diriku sendiri, memahami orang lain, memahami keadaan, dan tentu memahami kehidupan ini.
Pelajaran yang paling aku rasakan adalah cinta kasih dan harga diri.
Sering kali harga diri lebih didahulukan dari pada orang yang disayang. Rasa ego dan tak mau mengalah adalah racun yang berbahaya dalam suatu hubungan. Namun tetap saja itu sering terjadi. Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna yang bisa melakukan semua apa yang dirasa bisa membahagiakan. Apalagi kita sebagai manusia hidup bersama, masing-masing orang memiliki pribadi yang berbeda-beda. Tak bisa disamakan. Mungkin tujuan kita sama tapi bisa saja jalan yang kita pilih tuk raih tujuan itu yang berbeda. Jalan yang berbeda inilah seringkali menjadi tempat
dimana bibit perselisihan itu hadir. Kurangnya pemahaman akan maksud seseorang secara lebih luas, dan sifat ego atau merasa selalu bahkan harus benar yang menjadi jalan perselisihan itu tak bisa dihindarkan, padahal kita tahu tujuannya adalah sama, apapun itu. Maka pentinglah rasa mengeri dan sifat empati itu dikembangnya, jangan sedikit-sedikit memandang negatif apa yang dilakukan seseorang tapi bayangkanlah jika kamu ada di posisinya. Dari pemahaman itulah mulai lahir bibit ketulusan. Tapi sungguh bodoh apabila kamu men’judge’ seseorang itu salah hanya karena orang itu tidak sejalan denganmu sebelum kamu tahu apa tujuannya.
-----bersambung----

Tidak ada komentar:
Posting Komentar