Jika dikatakan jatuh, ia aku memang sudah
jatuh bahkan terlalu dalam. Sebanyak apapun aku memiliki mereka yang
mengulurkan tangan untuk mengangkatku , hal itu akan percuma jika aku sendiri
tidak mau menerima dan meraih uluran tangan mereka.
Justru aku akan mengecewakan mereka karena
aku tetap ada di lubang yang sama selama bertahun-tahun. Sungguh, hatiku
terlalu sakit untuk melihat ke depan dan membuang kenangan indah yang dulu aku ciptakan.
Aku bimbang
selalu ragu. Akhirnya, aku terpengaruh saran ini itu. Aku mencoba tetapi malah
semakin menyiksa. Hari-hariku menjadi penuh paksaan. Aku tertawa dan tersenyum
hanya untuk menutupi kelemahanku. Betapa rapuhnya aku.
Aku tahu ini buruk, aku kehilangan apa itu rasa ketulusan yang pernah mendasari hidupku.
Aku tahu ini buruk, aku kehilangan apa itu rasa ketulusan yang pernah mendasari hidupku.
Suatu saat,
aku diam. Sudah saatnya menjadikan kelemahanku sebagai ketulusan baru.
Mengampuni apapun yang sudah aku dapatkan. Tak kusangka aku memilih jalan ini.
Kasat mata, jalan ini adalah jalan terbodoh, banyak duri dalam kegelapan. Ini
jalan yang sedari dulu aku takuti. Tapi, disinilah aku, sedang berjalan...
Aku memilih berbekal kenangan lama yang seharusnya aku buang jauh-jauh. Aku menginjak duri-duri dari cerita indah orang lain yang sangat aku impikan hingga saat ini.
Aku memilih berbekal kenangan lama yang seharusnya aku buang jauh-jauh. Aku menginjak duri-duri dari cerita indah orang lain yang sangat aku impikan hingga saat ini.
Kenapa ??
Tanpa sadar, ternyata aku sudah jauh lebih kuat. Aku menghadapi apa yang aku takutkan. Aku menikmati air mata yang mencekik leherku. Sesakit apapun itu aku bertahan. Cinta yang telah terbentuk akan menuntunku.
Tanpa sadar, ternyata aku sudah jauh lebih kuat. Aku menghadapi apa yang aku takutkan. Aku menikmati air mata yang mencekik leherku. Sesakit apapun itu aku bertahan. Cinta yang telah terbentuk akan menuntunku.
Aku pasrah , kemanapun aku dibawa
. Mungkin ke hati yang menunggu cintaku di dunia lain.
Akan aku hadapi karena ini
pilihanku.
hemmm.... va ternyata pinter merangkai kata-kata menjadi sesuatu yang sangat bermakna :D
BalasHapusHEMMM.... cocok kalo va jadi novelis or sejenisnya...
sippp.... lanjutkan :D
Waaah, tumben ada yang koment :D
BalasHapussiipp , makasii kak giri ...
heeeheee..... mereka yang belum koment karena mereka ga sanggup ngomong akibat artikel va yang AMAZING...WONDERFULL.. :-D
Hapus*ngutip gayanya tukul*
hahaha .. bisa aja kakak nii ..
BalasHapus:D