Menjadi
seorang guru, saya masih heran namun juga sangat bersyukur. Saya bukanlah
seseorang yang ambisi dalam menginginkan sesuatu. Dari kecil, kita pasti pernah
ditanya apa cita-cita kita di masa depan. Saya selalu menjawab ingin menjadi
seorang guru. Selama hidup ini, hanya itu satu-satunya tujuan pasti yang saya
ingin capai. Entah kenapa jalannya cukup lancar. Tamat SMA, saya hanya
mendaftar di satu universitas dengan satu jurusan pula. Ya PGSD atau Pendidikan
Guru Sekolah Dasar. Tentu saja dijurusan ini kita dilatih untuk menjadi guru SD
yang professional. Kenapa saya memilih menjadi guru SD? Sejujurnya, dulu saya
pikir mudah. Saya mendengar bahwa jadi guru SD itu gampang, liburnya banyak,
materi pelajarannya tidak sulit. Saat kuliah pun dikatakan lebih mudah dari
jurusan-jurusan yang lain. Tapi kenyataannya sungguh berbeda. Jika dikatakan
berat, ia memang berat. Saya harus menguasai segala bidang pengetahuan. Dari
menari, berenang, sampai memasak juga pernah saya lakukan. Tetapi berat disini
bukan mutlak dalam hal muatan materinya saja, namun lebih kepada berat
mengkoordinasi atau mengendalikan siswanya. Jujur, saya ini tidak berpengalaman
dengan anak kecil. Saya belum pernah memikirkan cara untuk menangani anak-anak
yang suka menangis, lari kesana kemari, ribut, dan lain-lain. Namun tetap saja,
ini keputusan saya, sebisanya saya jalani dengan tulus dan sebaik mungkin .
Akhirnya
PPL pun dimulai, PPL merupakan salah satu syarat yang harus saya lalui. Dalam
PPL kali ini saya mendapat tugas mengajar di salah satu sekolah yang ada di
Singaraja. Nah di sekolah ini, sarana dan fasilitas masih terbilang kurang
memadai. Di sekolah